Geliat India Membangun Infrastruktur Kota

Kerap Jadi Sasaran Teroris, Monumen Negara India Dijaga Ketat

Dulu Bisa Memegang Langsung, Kini Mendekat Saja Sudah Diusir 

Monumen sebagai simbol negara banyak bertebaran di India. Hampir setiap ibu kota provinsi memiliki monumen. Namun, berbeda dengan di negara lain, penanda peristiwa di India itu justru dijaga ketat dan dijauhkan dari pengunjung.

Jawa Pos yang sedang berkunjung ke Mumbai berkesempatan mengunjungi Gateway of India, simbol state Maharashtra. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke India Gate di New Delhi. Dua simbol negara tersebut layaknya Monas di Jakarta dan Tugu Pahlawan di Surabaya. Namun, setiap mengunjungi monumen-monumen tersebut, Jawa Pos menjumpai penjagaan yang sangat ketat oleh pihak keamanan. Di India Gate, misalnya, seluruh pengunjung tidak bisa mendekati bangunan yang didirikan pada 1921 itu. Maksimal hanya berjarak 100 meter.

Police line mengitari India Gates di New Delhi

Jalan masuk menuju India Gate ditutup pembatas jalan, ditambah sebuah pos polisi yang didirikan di pinggir jalan. Polisi menjaga dengan membawa senjata laras panjang. Di taman sekitar India Gate, polisi berpatroli dengan mobil. Mereka akan mengusir para wisatawan yang mendekati bangunan setinggi 42 meter tersebut. Padahal, para wisatawan hanya ingin mengambil foto.

Penjagaan itu pun telah berlangsung selama beberapa bulan. Sebelumnya, wisatawan bisa memegang langsung monumen yang didedikasikan untuk tentara India yang gugur pada Perang Dunia I dan perang Afghanistan tersebut. Menurut informasi yang didapat Jawa Pos, pengamanan itu sangat ketat karena beberapa sebab. Yakni, kekhawatiran setelah adanya dua ledakan bom di Hyderabad pada Februari lalu. Pihak keamanan tidak ingin kecolongan. Selain itu, para pengunjuk rasa kerap menggunakan India Gate sebagai lokasi untuk menyalurkan aspirasi.

Termasuk, saat kasus pemerkosaan merebak beberapa waktu lalu. India Gate menjadi tempat berkumpulnya demonstran yang meminta pengadilan menghukum berat para pelaku. Desember lalu, sempat terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi yang berujung pada kematian seorang polisi di kawasan India Gate. ”Kami hanya memastikan keamanan di simbol negara,” ujar salah seorang polisi yang berjaga di India Gate.

Sementara itu, di Gateway of India, para wisatawan lokal maupun mancanegara masih bebas mendekati bangunan yang didirikan pada 4 Desember 1924 tersebut. Meski demikian, petugas keamanan memberikan perhatian ekstra untuk monumen itu. Mereka membuat pembatas yang melingkari area monumen. Untuk keluar masuk, pengunjung hanya melewati satu pintu.

Itu pun harus melewati metal detector dan pemeriksaan ketat oleh polisi. Barang-barang dalam tas harus dikeluarkan. Penjagaan polisi juga dibeking militer. Selain menempatkan personel, terlihat mobil taktis tentara di sekitar bangunan setinggi 25 meter itu. Di dalam kawasan Gateway of India, petugas keamanan juga mengawasi ketat para pengunjung. Saat Jawa Pos akan memasang tripod untuk mengambil gambar, seorang petugas langsung menegur agar tidak menggunakannya. ”Kami tidak ingin kecolongan lagi,” tegas Raja, salah seorang polisi reserse.

Lokasi Gateway of India berseberangan dengan Taj Mahal Palace & Tower. Hotel itu merupakan langganan tamu-tamu VIP. Kedua bangunan hanya dipisahkan jalan selebar tidak sampai 10 meter. Keduanya pernah mendapat ancaman dari teroris. Pada 2003, bom di dalam taksi meledak di jalanan dekat Gateway of India. Kemudian, November 2008, Taj Mahal Palace & Tower sempat diduduki teroris. Setelah serangan teroris itu, Gateway of India menjadi kawasan yang terbatas bagi para wisatawan. (dio/dim/c5/kim) 

Leave a reply: