Review Prosesor AMD FX8370E

TERAKHIR kali AMD merilis prosesor FX adalah Juli 2013 untuk seri FX9590 dan FX9370. Lebih dari setahun setelahnya, tepatnya pada September 2014, perusahaan asal Amerika Serikat itu menambah line up prosesor Vishera miliknya. Yakni FX8320E, FX8370E, dan FX8370.

Embel-embel E disini dimaksudkan untuk Efficiency (Efisiensi) khususnya penggunaan daya. Cara gampang membedakan prosesor itu masuk kategori E atau tidak adalah dengan memperhatikan nomor di prosesor. Ada huruf E tepat setelah kode prosesor.

Meski demikian, ada kompensasinya untuk proseor berlabel E ini. Yakni, menurunnya frekuensi prosesor. Untuk lebih jelasnya lihat tabel ini:
[spoiler intro=”Tabel Perbandingan”]

[/spoiler]

Nah, yang saya coba kali ini adalah FX8370E. Dalam ujicoba, prosesor ini saya jalankan bersama dengan Windows 8.1 pro dan perangkatnya sebagai berikut:
1. Motherboard Gigabyte GA-990FXA-UD5
2. SSD Corsair Neutron 128GB
3. RAM Corsair Vengeance dual channel 2x4GB 1333MHz
4. Cooler Xigmatek Dark Knight SD1283 Night Hawk Edition
5. ATI Radeon HD5830

PCMark 8
Home Accelerated
TIDAK ada keraguan untuk menggunakan prosesor ini kalau hanya menjalankan aplikasi rumahan. Hasilnya tergolong tinggi, mencapai 3681. Tidak ada masalah berarti selama pengujian 36 menit untuk menulis, browsing, video call, bermain game-game biasa, atau foto editing.

Work Accelerated
TIDAK jauh berbeda dengan Home Accelerated, pengujian prosesor ini untuk bekerja juga bukan masalah yang sulit. Berbagai tes yang kurang lebih sama dengan Home Accelerated berhasil berjalan lancar. Termasuk, untuk penggunaan aplikasi semacam Excel dengan input data yang banyak.

Creative Accelerated
PENGUJIAN yang lebih berat dilakukan dengan Creative Accelerated. Beberapa materi pengujian masih sama, tetapi beban ditambah dengan video editing biasa atau dengan material 4K. Hasilnya memuaskan, editing video bisa dilakukan dengan kecepatan sampai 22 detik.

CPU ini juga layak untuk menjalankan game-game berat, tinggal dicarikan pasangan kartu grafis yang pas. Begitu juga dengan editing foto ke tingkat yang lebih kompleks. Semua bisa dilakukan dengan baik.

3DMark
Cloud Gate
PENGUKURAN untuk notebooks dan PC rumahan ini menghasilkan skor yang tinggi yakni 11826. Jauh unggul dari prosesor AMD A10-4600M maupun Intel Core i7-3517U yang biasa digunakan untuk notebook mid-end. Karena pengujian ini menitik beratkan pada grafis, prosesor ini bakal makin gahar kalau menemukan pasangan kartu grafis yang pas.

Saya sadar, angka yang dihasilkan pada pengujian kali ini bisa didorong lebih tinggi lagi kalau menggunakan kartu grafis yang pas. Meski demikian, hasilnya masih oke kan?

Fire Strike
Kombinasi antara AMD FX8370 dan Radeon HD 5830 menghasilkan angka 2390. Menurut database 3DMark, hasil ini mendekati perpaduan AMD A10-4600M yang berjalan bareng Radeon HD 7970M. Hasil itu juga melewati saudaranya sendiri yakni FX 8350 yang ’’dikawinkan’’ dengan R7 240 yakni 1260.

Cinebench R15
SOFTWARE dari Maxon ini untuk mengetahui kemampuan rendering prosesor maupun kartu grafis. Hasilnya cukup memuaskan. Untuk total CPU hasilnya adalah 528 cb (satuan Cinebench). Sedangkan single core, menghasilkan angka 100 cb.

Menurut database Cinebench R15 angka yang dihasilkan lebih baik dengan prosesor Intel Core i7-3840 (505 cb). Tetapi, masih tidak lebih baik dari Intel Core i7 3720QM yang hasil pengukurannya 590 cb.

GAMES
Ultra Street Fighter IV

LABEL Result Rank A langsung di dapat begitu menjalankan benchmark internal game ini. Rata-rata frame per second yang didapat menembus angka 79.773 untuk setting maksimal. Prosesor ini memberikan tenaga yang cukup untuk menjalankan game ini dengan seting tertinggi.

[spoiler intro=”USSFIV”]

[/spoiler]

 

Tomb Raider

ANGKA tinggi 54.9 frame per second di dapat saat menjalankan benchmark dengan seting otomatis. Dengan angka setinggi itu, nggak perlu ragu untuk mengaktifkan fitur Trees FX untuk membuat Lara Croft menjadi lebih cantik.

Sedangkan untuk seting Ultra atau tertinggi, melorot menjadi 16.2 frame per second. Di angka ini sebenarnya masih oke untuk menjalankan permainan ini meski terasa berat.

[spoiler intro=”Tomb Raider”]

[/spoiler]

 

Watch Dogs

GAME ini dengan parameter Ultra di resolusi 1920×1080 mendapati angka 12 frame per second. Fraps selaku aplikasi pengitung benchmark saya jalankan setelah episode awal atau perkenalan game ini sudah selesai. Saat misi umum berjalan, angka itu yang didapat.

Angka itu tentu membuat game ini kurang nyaman dijalankan. Tapi, kalau anda menggunakan kartu grafis yang lebih tinggi dari milik saya yakni HD 5830, maka tentu hasilnya lebih tinggi. Atau kalau punya kartu grafis pas-pasan, bisa diturunkan parameternya menjadi medium. Hasilnya, game berjalan di 29,8 frame per second.

[spoiler intro=”Watch Dogs”]

[/spoiler]

 

Dynasty Warrior 8

GAME ini bisa dijalankan dengan puas karena kombinasi prosesor dan kartu grafis mampu menjalankan game dengan seting tertinggi dengan lancar. Lihat saja, angka frame per secondnya mencapai 29,8. Tinggi kan?

[spoiler intro=”DW8″]

[/spoiler]

 

KESIMPULAN

PROSESOR ini sangat dekat dengan FX8350 yang saya gunakan sehari-hari. Menurut saya, kalau sudah memakai FX8350 saya rasa upgrade ke FX8370E terlalu dekat, mending langsung ke atasnya lagi misalnya FX9590 yang segera saya unggah reviewnya.

Tetapi, untuk yang baru membangun desktop atau upgrade dari prosesor non Vishera bisa mempertimbangkan FX8370E. Salah satu keungulannya adalah penggunaan daya yang turun jadi 95 w dibanding FX8370 tanpa embel-embel E yang mencapai 125w.

Dari pengujian di atas, prosesor ini handal dalam mengerjakan berbagai aplikasi maupun games. Tinggal mencari ’’pendamping’’ yang pas seperti RAM, Motherboard, sampai kartu grafis, bakal membuat prosesor ini berlari lebih baik. Kalau menurut AMD, pasangan yang pas diantaranya adalah Mobo dengan seri 970, RAM DDR3-1866, dan kartu grafis R9 285.

Leave a reply: