Review ACER V5-552G, Gaming Notebook

35

ACER memperkenalkan notebook barunya yang ditujukan pada mainstream gamers, yakni seri Aspire V5-552G. Battlefield 4 menjadi tolak ukur bagi Acer untuk bisa menjalankan berbagai game berat dengan baik. Itulah kenapa, perusahaan asal Taiwan itu mengambil tagline’’if it can command the Battlefield, imagine what else it can do’’.

Acer yakin, notebooknya bisa menjalankan berbagai game berat dengan baik. Untuk meyakinkan pembeli, Acer memberikan game Battlefield 4 dengan cuma-cuma. Pembeli tinggal meredeem kode ke situs AMD dan mendownloadnya melalui Origin milik EA. Siapkan internet kecepatan tinggi karena filenya 29 GB hehehe.. atau bisa copy dari file teman.

Opsi selain Battlefield 4, Acer memberikan pilihan game gratis yakni Devil May Cry, atau Sonic: All Stars Racing Transformed. Disamping itu, ada beberapa hal yang diunggulkan oleh Acer. Mulai dari layar lebar 15,6 inch, kartu grafis dengan RAM 2 GB dan 384 bit, desain slim yang cantik, tidak mudah panas, dan berat yang ’’hanya’’ 2 kg.

Saya berkesempatan untuk mencoba produk ini. Uji coba saya lakukan menggunakan Windows 8.1 64 bit sebagai sistem operasi. Semua dijalankan dengan normal alias sesuai dengan standar produk saat membeli. Tanpa overclock sama sekali.

SPESIFIKASI
NOTEBOOK ini mempunyai spesifikasi yang cukup tinggi. Mencoba mengawinkan APU AMD A10-5757M dengan Radeon HD 8750M. Untuk RAM, secara default Acer memberikan satu keping 4 GB saja. Kalau butuh lebih, bisa memasang RAM DDR3 lainnya karena ada satu slot kosong. Untuk RAM, mendukung dual channel dan bisa diupgrade hingga 12 Gb.

Spesifikasi SelectShow

DESAIN
PANDANGAN ini benar-benar subyektif. Ada yang saya suka dan tentu, ada yang kurang sreg. Kita mulai dari sisi suka dulu. Desain slim notebook ini benar-benar menarik. Bongsor memang kalau sudah terbiasa menggunakan notebook berukuran 11 inch atau 13 inch. Meski demikian, saya tetap merasa nyaman menggunakannya. Apalagi, Acer mampu membuat si Bongsor ini menjadi tidak terlalu berat, hanya 2 kg.

Banyak notebook dengan ukuran yang lebih kecil, tetapi memiliki berat lebih dari Acer V5-552G ini. Macbook Pro 13 inch misalnya, size kecil tetapi beratnya juga sama-sama dikisaran 2kg. Asus punya X552CL dengan size layar yang sama yakni 15,6 inch, namun cukup berat karena mencapai 2,4kg.

Balutan casingnya yang terbuat dari plastik dan aluminium juga cantik. Tidak terkesan murahan sehingga membawa prestige sendiri bagi para penggunanya. Sayangnya, bahan glosinya terlalu gampang meninggalkan bekas jari. Jadi, harus sering-sering dibersihkan supaya tampilan elegannya tetap terjaga.

Disamping itu, yang kurang menarik adalah peletakan berbagai additional port. Ada tiga lokasi yang menjadi tempat untuk menyambungkan aksesori atau tambahan lain di notebook ini. Pertama, sisi kanan yang berisikan port USB 2.0, SD Card, dan headset.

Sedangkan sisi kiri digunakan untuk port USB 2.0, dan tombol power. Sisi belakang adalah yang paling banyak mendapatkan port tambahan. Sebut saja lubang untuk mencolokkan kabel ke soket Gigabit Ethernet, lantas ada satu slot USB 3.0, mini-display port, HDMI, kensington lock, dan power.

Saya tidak tahu apa pertimbangan tim Acer meletakkan banyak colokan di belakang. Padahal, sisi kiri dan kanan masih banyak yang kosong. Hal itu membuat saya sebagai pengguna merasa kurang lincah untuk memanfaatkan port tersebut. Apalagi, kalau mau menggunakan USB 3.0.

Oh iya, Acer tidak menyediakan port VGA. Untuk menyambungkan ke layar yang lebih besar, bisa memanfaatkan sambungan HDMI. Tetapi, kalau masih membutuhkan VGA, Acer memberi solusi. Dalam paket penjualannya disediakan sebuah converter firewire ke VGA.

HARD DISK
Meski revolutions per minute atau RPM Hard disk Western Digital notebook ini belum mencapai 7200, tetapi nikmat mana yang engkau dustakan jika kapasitasnya mencapai 1,000 Gb atau 1 Tb?. Transfer data mungkin bakal berjalan lebih lambat, tetapi sebanding dengan kompensasi besarnya ruang penyimpanan yang diberikan. Jangan lupa juga, ada soket USB 3 yang membantu pemindahan data aar lebih cepat.

SPEAKER
SAATNYA memanjakan telinga. Terima kasih untuk 4 speaker yang disediakan oleh Acer dalam notebook ini. Audio yang keluar jelas lebih baik ketimbang notebook dengan dua speaker pada umumnya. Suaranya cukup kencang dan empuk. Jadi, enak untuk menjadi pendamping main games meski tanpamengenakan headset.

KEYBOARD
Luasnya layar membuat komposisi keyboard di notebook ini menyesuaikan luasnya bidang. Tentu, menjadi tidak lucu kalau tombol keyboard dibuat menjadi ukuran lebih besar daripada umumnya. Oleh sebab itu, Acer memberikan tombol numeric pad tepat di ujung kanan.

Sebenarnya itu sangat membantu, tetapi saya sendiri kurang terbiasa. Jadinya, saat jari harusnya menekan tombol enter atau backspace, masih suka menekan tombol numeric pad. Sisanya, tidak ada yang berbeda dengan komposisi keyboard pada notebook umumnya. Ada beberapa tombol yang menjadi pengatur multimedia, wifi, mengatur kecerahan layar, hingga multidisplay.

Oh iya, untuk touchpad, Acer tidak meletakkan tepat ditengah bidang keyboard seluruhnya. Posisinya lebih condong di kiri, di tengah keyboard jika tidak menyertakan numeric pad.Bagiku, tombol-tombol ini membantu banyak hal karena memang butuh hehehe.

LAYAR
LAYAR ukuran ini bisa jadi bukan favorit pengguna notebook di tanah air. Kebanyakan masih suka layar 11 inch atau 13 inch. Pilihan Acer untuk menggunakan layar ukuran 15,6 inch boleh dikatakan tepat. Bermain game tentu tidak nikmat kalau menggunakan layar di bawahnya. Apalagi, kalau main game berdua.

Resolusi layar secara default adalah 1366×768 pixel. Gambar secara sempurna hanya bisa dinikmati dari depan. Kalau sudah agak samping kiri atau kanan, kualitasnya menurun. Untuk ketajaman warna juga masih rata-rata notebook. Oke untuk bermain game, tapi tidak editing foto secara serius.

BATERAI
DIPERKENALKAN sebagai gaming notebook. Manajemen baterai Acer V5-552G dipertaruhkan. Apalagi, Bos Acer Indonesia mengatakan kalau notebook ini disasar pada pengguna yang mobile. Tentu akan tidak menyenangkan kalau saat notebook ini dibawa nongkron, main game bareng, tapi tidak lama.

Saya melakukan tes secara manual. Seperti menjalankan game, menonton video kualitas bluray, dan untuk penggunaan acak mulai mengetik, mendengarkan lagu, hingga browsing. Semuanya dimulai dari baterai terisi penuh, hingga V5-552G mati dengan sendirinya.

Hasilnya lumayan, untuk menonton film terus menerus, notebook ini akan beralih ke mode sleep saat baterai tinggal 5 persen. Cukup untuk menonton hingga 2 film layar lebar karena baterainya tahan hingga 3 jam.

Ketahanan baterai makin terasa ketika notebook ini saya gunakan untuk bekerja. Mengetik, browsing, dan sesekali mengedit foto menggunakan Photoshop CC. Dalam penggunaan normal yang kadang saya tinggal sehingga notebook otomatis masuk mode sleep, notebook ini masih tahan lebih dari 4 jam.

Bagaimana dengan bermain game? Untuk game yang tergolong ringan, bisa menyentuh 3 jam. Sedangkan game-game berat cukup menguras tenaga dan baterai lebih cepat habis.

PERHATIAN
DALAM mode baterai, tidak semua game bisa dijalankan dengan baik. Beberapa game membutuhkan asupan daya dari listrik untuk menghasilkan hasil terbaik.

KINERJA
Metode
Pengujian saya lakukan dengan menggunakan beberapa software. Yakni, pengukur benchmark seperti 3DMark, dan Furmark. Pengukuran menggunakan preset yang ada dan tidak saya ubah kecuali resolusi. Hanya satu resolusi yang saya uji sepanjang melakukan tes (termasuk game) yakni 1366×768.

Sedangkan untuk game, saya menggunakan Fraps untuk mengukur besaran minimal, maksimal, dan rata-rata frame per second (fps) atau kemampuang membaca gambar per detik. Namun, ada juga yang menggunakan pengukur benchmark internal game seperti Tomb Raider.

Saat menguji coba, tidak ada aplikasi lain yang berjalan kecuali game dan Fraps. Untuk antivirus, yang saya gunakan adalah BitDefender dan mendukung mode game. Setiap game yang saya coba selalu diusahakan berada pada lokasi yang sama sehingga pengukurannya bisa mendekati sama.

Namun, kadang kondisi itu tidak bisa sama betul. Apalagi, untuk game yang tidak mempunyai pengukuran benchmark internal. Seperti Need for Speed: RIVALS misalnya. Meski berada di jalanan yang sama, bertambah komplek atau ringannya frame bisa terjadi karena bertambahnya mobil umum yang lewat.

Sedangkan untuk driver, saya menggunakan Catalyst yang terbaru (terkadang versi Beta). Begitu juga dengan software pengukur benchmark yang saya gunakan.

DISCLAIMER
PENGUJIAN aplikasi maupun games saya lakukan sendiri dengan spesifikasi komponen yang sudah saya tuliskan di atas. Hasil tentu saja sangat mungkin berbeda. Apalagi, kalau komponen atau software yang digunakan berbeda. Untuk hasil terbaik, pastikan driver terbaru sudah terinstall.

3DMark
PENGUKURAN menggunakan aplikasi ini menunjukkan hasil yang lumayan. Setidaknya, lebih tinggi dari nilai rata-rata ultrabook atau notebook meski tetap kalah telak dengan notebook gaming seharga belasan atau puluhan juta. Sebab, skor Firestrike 1.1 Acer V5-552G ini finish di angka 991.

3DMark menetapkan nilai rata-rata untuk notebook adalah 706. Itulah kenapa, saya katakan masih diatas notebook pada umumnya. Angka yang dimiliki notebook ini juga lebih tinggi dari PC kantoran yang umumnya ada dikisaran nilai 520. Sedangkan acuan utnuk notebook gaming adalah nilai 3,364.

3DMark 11
HASIL yang sama juga ditunjukkan saat menguji notebook ini dengan 3GMark11. Fungsinya, untuk mengukur kemampuan notebook dalam menjalankan game dengan DirectX 11. Beberapa file yang digunakan untuk demo sempat membuat notebook ini kewalahan.

Untuk settingan saat uji coba, saya menggunakan resolusi layar sesuai dengan default Acer V5-552G. Yakni, 1366×768 secara full screen. Tes dilakukan dua kali yakni performance level yang lebih berat, serta entry level untuk ringannya. Silakan bandingkan dengan hasil notebook anda saat ini.

Benchmark SelectShow

Furmark
UNTUK ’’menyiksa’’ kemampuan grafis Acer V5-552G ini saya hanya menggunakan dua kali pengujian dengan sedikit perbedaan. Yang pertama, mengaktifkan fitur antialiasing. Sedangkan pengujian selanjutnya, tanpa mengaktifkan fitur tersebut. Untuk resolusi layar, sama-sama menggunakan 1366×768 secara full screen.

Hasilnya, antialiasing membuat kartu grafis notebook ini kepayahan. Nilai rata-ratanya hanya 4 gambar per detik. Namun, angka yang didapat melonjak lebih dari 100 persen ketika antialiasing dinonaktifkan. Pengolahan grafis menghasilkan angka yang lebih baik, yakni 10 gambar per detik.

Benchmark SelectShow

GAMES
Battlefield 4

INI adalah game yang digembar-gemborkan bakal berjalan smooth menggunakan Acer V5-552G. Dan ya… entah apa yang mereka lakukan pada notebook ini. Sebab, janji itu memang terbukti. Saya mencoba memainkan game ini dengan setting grafis medium dan ultra, keduanya berhasil berjalan lancar.

Setting Medium menurutku yang terbaik. Karena kartu grafis mampu mengirimkan gambar sebanyak 37 per detik. Itu cukup menghasilkan gambar yang mulus, apalagi untuk notebook. Sementara, dalam settingan Ultra, pengiriman gambar jeblok menjadi 14 per detik.

Meski demikian, dari beberapa level yang saya coba tetap tidak ada kendala dalam memainkannya. Masih berjalan dengan lancar meski terkadang terasa berat. Tetapi, itu tidak terlalu signifikan. Dengan catatan, game dimainkan tidak dalam mode baterai ya untuk settingan Ultra.

Benchmark SelectShow

 

FIFA 14

DARI beberapa game yang saya coba di notebook ini, permainan sepak bola ini paling nyaman dijalankan dalam berbagai settingan grafis. Setting medium oke, main dengan kualitas grafis tertinggi juga tidak ada lag. Makin menyenangkan karena bermain dalam mode baterai tidak membuat game lemot.

Itu dikarenakan pengiriman gambar per detik yang cukup detik. Seperti diketahui, beberapa game masih bisa dijalankan dengan lancar meski fpsnya hanya menunjukkan angka 20. Nah, di FIFA 14 ini mampu mengirim gambar sampai 60 frame per detik.

Lihat saja hasil pengukuran Fraps di bawah ini. Bermain dengan mencolokkan laptop ke listrik atau baterai tetap isa menghasilkan pengiriman gambar sebanyak 63 per detik. Begitu juga dengan nilai rata-rata, hanya berbeda sedikit. Kalu pengukuran saya, hanya berbeda 2 gambar per detik saja.

Benchmark SelectShow

 

Tomb Raider

SAAT game ini keluar, AMD dengan bangga memperkenalkan fitur TreesFX. Sebuah cara ajaib yang mampu membuat rambut Lara Croft menjadi semakin nyata karena bisa bergerak bak gadis iklan shampoo. Fitur itu dengan mudah dijalankan saat memainkannya di desktop, tapi tidak di notebook.

Hanya beberapa notebook dengan kartu grafis tinggi yang mampu menjalankan TreesFX. Nah, di Acer V5-552G fitur itu bisa diaktifkan saat bermain. Namun, tentu saja tidak untuk semua setting grafis. Berdasar benchmark internal Tomb Raider, lebih baik TreesFX dijalankan dengan setting normal atau low.

Benchmark SelectShow

 

Need for Speed: RIVALS

KEBUT-kebutan menggunakan notebook Acer V5-552G kurang bisa maksimal. Sebab, produk terbaru Acer ini ngos-ngosan kalau diajak berkendara dengan setting tertinggi alias ultra. Nilai rata-rata frame per secondnya hanya ada di kisaran angka 16.

Memang, mobil masih bisa berjalan dengan lancar. Namun, terasa berat. Agak mendingan kalau kualitas grafis game besutan Electronic Arts ini diturunkan ke medium. Mobil terasa lebih ringan dan siap untuk mengikuti beberapa kompetisi. Sebab, gambar yang dihasilkan mampu menyentuh angka 20 per detik.

Oh iya, naik turunnya frame per second di game ini sangat cepat. Biasanya dipengaruhi komposisi jalanan yang dilewati. Apakah banyak mobil, detail seperti rumah, pohon, hingga pagar. Saya mencoba beberapa kali pengujian, rata-rata mendapatkan 20 gambar per detik untuk setting medium.

Ada catatan yang harus diperhatikan kalau menginstal game ini di notebook. Lebih baik, jangan menjalankan game ini dalam mode bateri. Sebab, mobil sekencang Lamborgini atau Ferrari bakal selemot siput hehehe. Penurunan fps dalam mode baterai dan listrik bisa mencapai 6 gambar per detik.

Benchmark SelectShow

 

KESIMPULAN
BANYAK notebook yang memiliki spesifikasi kartu grafis tinggi. Namun, sering kali harganya ikut melambung tinggi. Apa yang Acer coba tawarkan dengan notebook seri game ini patut dipertimbangkan. Meski demikian, tetap harus diingat dengan jargon ada harga ada rupa.

Acer melempar notebook ini dikisaran Rp 7 jutaan. Sedangkan merk lain juga punya edisi game dengan harga yang bervariatif dengan nilai lebih tinggi. Jika tidak terlalu mempermasalahkan harus bermain game dengan setting grafis tertinggi, tentu saja membeli produk ini bisa jadi pilihan.

Toh, beberapa game juga tetap bisa dijalankan dengan baik pada setting tertinggi. Seperti FIFA 14 atau Battlefield meski dengan mencolokkan notebook ini ke listrik. Kalau user memainkan game yang memiliki spesifikasi sama satau lebih rendah dari FIFA 14 dan Battlefield, bisa dikatakan lancar.

Nilai lebih lain adalah layar berukuran 15,6 inch. Cocok untuk bermain game dan menonton film. Apalagi, desain slim dan bobot notebook yang tergolong ringan di kelas gaming notebook dan layar sebesar itu. Jika ada kesempatan ke dealer resmi Acer, jangan ragu untuk mencoba.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

35 thoughts on “Review ACER V5-552G, Gaming Notebook

  1. raja hassan

    apakah notebook ini bisa di overclock menggunakan amd overdrive


    • Saya tidak mencobanya karena ingin hasil tanpa overclock. Mungkin bisa di overclock menggunakan AMD Overdrive. Sorry kalau jawaban kurang memuaskan


  2. Bermanfaat Banget gan , Ini bisa buat pertimbangan , Omong” kalo maen dota 2 pake Laptop ini Bisa Sampe FPS berapa di settingan ultra ?


    • Kebetulan ane nggak coba di DOTA 2. Kalau spesifikasi game itu lebih rendah dari yang ane coba, harusnya bisa lebih tinggi gan

  3. AZAE

    Panas yg d alami laptop v5-552g ini gimana ya gan over apa g saat buwat maen game berat di setingan high or ultra..


    • Dari yang ane coba sih nggak terlalu panas gan. Ane sempat main BF 4 cukup lama, normal kok

  4. leo

    gan minta game2nya donk pengen mainin game yang seperti itu tapi gak tau link downloadx…. bisa bantuin. ane

    kalau gan bisa kirim link. download. di email ane ya?????


    • Klo mo download, bisa masuk ke kickass.to disitu cari aja game yang dimaksud. Tapi torrent dan filena gede. kalau mau cepat, beli aja di kaskus. masuk ke jual beli, trus bagian cd dan dvd. Ada banyak penjual.

      Punyaku kebetulan original gan. Kalau mau beli, bisa nemu harga murah di http://isthereanydeal.com. Game Tomb Raider itu ane dapat cuma 100 ribu.

  5. Satriaa

    Gan yang dimaksud main game sambil mencolokkan listrik itu, apakah baterai notebooknya dilepas lalu tancapkan listrik, atau tancapkan listrik pada notebook yang ada baterainya di dalamnya? thanks yaa


    • Kebetulan acer tipe ini baterainya buit in alias udah dipasang dalam casing laptop. Jadi nggak bisa dilepas gan. Jadinya klo dicolokin, tetap dengan baterai terpasang.
      Khawatir baterai cepat rusak ya gan karena terus terpasang meski dicolokin? ane juga gitu. tapi kata orang acernya, itu udah diatur kok. Jadi, gak gampang rusak. katanya sih gitu

  6. Andre Setiawan

    Gan, ane udah beli laptop ini. Ane nekad buka cover belakang dengan resiko garansi hilang buat nambah memmory. Kebetulan ane beli ram 8gb merk vgen yg pc12800. Saat ane pasang kenapa kok malah gak bisa booting ya? Setelah dinyalain muncul logo acer trs ada tulisan no boot device. Ini kenapa ya? Apa ram ane gak cocok? Mohon pencerahannya.


    • Notebook ini support sampe 12 GB sih. Harusnya nggak masalah. Itu, ente pasang keduanya (8gb + 4Gb)? atau cuma satu?. Klo keduanya, dipasang cuma 8 GB bisa?.

      Masalahnya memang kadang motherboard suka pilih2. terutama, PCxxxx nya. kalau yang aslinya 4GB PCnya juga 12800 harusnya nggak ada masalah juga.

      Itu kalau dibalikin ke 4 Gb aja normal?

  7. jhono

    V5 552G udah backlit keyboard blom ?


    • Sorry bro, lupa. seingetku ada tombol on off deh untuk mengaktifkan backlight keyboardnya. Untuk lebih meyakinkan, coba maen ke acer. harusnya ada demo unitnya

  8. christ

    Thks gan informasi review yang sangat informatif banget.
    Notebook ini sangat menarik bagi saya, harga yang ditawarkan dengan spek yang ditawarkan sangat mengigurkan.
    Oke secara spek gk usah dibahas lagi, tetapi yang mau saya tanyakan adalah kuwalitas brand “acer”. Dari pengalaman saya, banyak kejadian yang tidak menyenangkan dari acer, mulai dari harddisk yang cepat rusak dll. Nah saya mau tanyakan adalah untuk kuwalitasnya bagaimana ya notebook ini? karena secara performa ya lumayan lah sebanding dengan harganya.

    Terima Kasih , JBU


    • hahaha… iya gan, waktu launching, itu juga sempat ane tanyain langsung sama bos acer Indonesia. Keluhan-keluhan cepat rusaknya itu. Jawaban orang Acer normatif sih, dia bilang untuk seri ini, karena masuk seri gaming dan tau bakal dibuat main dalam waktu cukup lama, daya tahannya lebih oke. Terutama dari segi baterai, keyboard, dan hardisk. Tapi ya, itu katanya. Umur notebook ini sendiri belum ada setahun, jadi belum bisa diberi kesimpulan klaim lebih tahan itu bener apa nggak.

  9. christ

    gan request reviwe ASUS Notebook X550DP-XX096D (amd a10 versi asus)
    sebagai reverensi notebook berprosesor AMD A10 dan pembading dg acer amd a10 , Thks

  10. adit b.

    Nice review gan!

    Minta pendapat agan, performa graphic design di laptop ini gimana ya?

    Thanks


    • Graphic design untuk kegiatan normal sih oke. asal gak berlayer2 yang banyak banget, masih bisa ngatasi kok. Pake adobe premiere juga oke. asal ya itu.tetep wajar untuk ukuran laptop ya


  11. gan peforma acer aspire v5-552g untuk internet bagaimana


    • Untuk internet, kecepatan koneksi lebih punya pengaruh bro. Klo inetnya kenceng, pasti nggak mengecewakan. Tapi kalau dasarnya sudah kurang kenceng, ya tetep mengecewakan

  12. anonymous

    udah hampir 1 bulan make ini laptop 😀
    puas banget sih, dota aja bisa high dan game game lain juga menyesuaikan aja settingannya.

    thanks bgt ya bro!
    jadi tau sekarang ramnya ada 2 slot jadi kalo mau nambah jadi 8 gb tinggal beli 1 keping 4 gb lagi 😀

  13. Riza Fahmi

    gan, kalo ane boleh tau. sekarang sudah tersedia dimana aja? 7 juta lumayan dah bisa maen game sekarang. udah coba render video/3d model belum gan?


    • lokasi dimana bro? kalau di kota-kota besar harusnya udah bisa ditemukan dengan mudah sih. Kalau render video sudah, tapi simpel aja. Dari raw file, dipotong, disusun, dengan efek standar berjalan lancar. untuk 3D belom, tapi ane sempet reder file after effect simple bisa kok.

  14. faiz bima

    gan, bagus ni laptop apa laptop lenovo z410


    • Karena belom pernah coba Lenovo Z410, gak berani klaim mana yang lebih baik. Sorry bro. Mungkin untuk bayangan, bisa dibandingin secara spek aja.

  15. Jalu

    Sekedar info aja, untuk upgrade RAM sebaiknya dilakukan di service center Acer, tapi harganya memang lebih mahal. Tapi kalau mau pasang sendiri juga bisa, beli RAM dengan spesifikasi DDR3L 1600mhz PC12800, sejauh ini sepertinya yang punya DDR3L baru Kingston dan Corsair. Soalnya ane udah upgrade dan sekarang makin yahud. 🙂

  16. fachri

    Gan, adakah cara biar body luarnya itu gak harus lap terusmenerus?


    • Udah coba dilaminasi? kyk dikasih stiker tapi yang doff itu?

  17. fahrizal

    gan, laptop ini kan ada fitur turbo CORE nya, apakah itu otomatis ataukah ada cara untuk menghidupkannya?

    terus cara setting BF4 ultra itu gimana ya gan? mohon bimbingannya gan, makasih


    • Klo untuk Turbo Core, bisa dicoba lewat AMD Overdrive gan. Download dulu. Itu mirip overclock. Atau ikuti instruksi ini, mungkin bisa. Belom pernah coba soalnya >>> http://www.ehow.com/how_7646933_enable-disable-turbo-core.html
      Nah, untuk ngubah grafis BF4, masuk aja ke Video, klik tab video, trus graphics qualitynya ubah aja ke maksimal dengan nekan kiri kanan di kolom itu.

  18. bachtiar

    Acer Aspire V5-552G-X414 sama v5-552g sama aja apa beda soalnya ada v5-5552g-xxxx

  19. bachtiar

    Add fb me sasukekeren333@

  20. agus design team

    misi gan ane mau beli acer v5-552 ni gan . ada yang tau gan graha acer yang masih ada stoknya

    thks


    • Maap gan, ane kurang tahu kalau soal itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *