Review Athlon X4 860K

0

AMD terus menambah jajaran prosesornya. Yang mendapat pembaharuan adalah Athlon dengan seri X4. Seperti biasa, ada beberapa varian yang dihadirkan. Sebelumnya saya sempat mereview tipe tertingginya yakni X4 880K. Kali ini, yang saya uji tipe lebih rendah yaitu X4 860K.

Dalam uji coba kali ini, prosesor Athlon X4 860K akan dipasang di motherboard Asus A88X-PRO, dan dipadukan dengan MSI Radeon R9 280X, RAM Corsair Vengeance 2x4GB, Hard Disk WD 250 GB, PSU NZXT Hale 82 Series 750 W, CPU Cooler Xigmatex dark knight s1283w nighthawk edition, dan terpasang Windows 10 Profesional.

:::: BENCHMARK ::::

PCMark8
Athlon X4 860K membuktikan bahwa prosesor ini multifungsi. Bisa digunakan sama baiknya untuk mengerjakan tugas ringan, fotografi dan videografi, sampai bermain game. Itu dibuktikan dengan uji coba dengan Work Accelerated convensional. Jadi yang diandalkan adalah kinerja prosesornya, bukan kartu grafis.

Hasilnya, 2601. Nilai itu, sudah cukup untuk menjalankan berbagai aplikasi kantoran seperti Microsoft Office, maupun video call rame-rame. Termasuk, untuk multitasking sembari browsing, dan mendengarkan musik. Kalau butuh aktifitas yang lebih berat, saya juga mencoba Creative Accelerated Conventional.

Berbagai macam simulasi termasuk editing foto dan multitasking yang lebih rumit dilakukan. Athlon X4 860K diganjar dengan nilai 2598. Beberapa detil yang bisa dilihat adalah, kemampuan untuk video grup chat mencapai 30 FPS. Mulus. Namun, saat edit video prosesor ini hanya bisa memberikan skor 16.5. Itulah kenapa perlu kartu grafis tambahan.

3DMark

Ingin membeli prosesor yang mumpuni untuk bermain game, tapir amah di kantong? Seri Athlon X4 bisa jadi solusi. Bermain game dengan resolusi Full HD masih bisa dijalankan dengan baik asalkan dipadu bersama kartu grafis yang mumpuni juga. Itu tercermin saat dicoba dengan Fire Extreme 1.1.

Nilai yang didapat adalah 6034. Dengan rincian untuk graphics score 8821. Tapi, FPS yang didapat sudah cukup untuk membuat game berjalan mulus. Sebab, skor graphics test 1 mendapat nilai 40.22 FPS, dan tes kedua 36.66 FPS. Untuk panas prosesor, bisa menyentuh 90 derajat celcius.

Dengan nilai yang cukup tinggi, sebenarnya saya tidak perlu mencoba untuk sky divers. Sebab, itu untuk mengukur performa yang lebih rendah. Dugaan saya benar karena skor yang didapat lebih dari cukup untuk menjalankan permainan yang tidak terlalu berat. Yaitu 13916 dengan graphics test 1 yang menembus 114.96 FPS.

Cinebench R15
Prosesor ini tidak bisa bekerja sendirian kalau mau menghasilkan kemampuan rendering yang bagus. Entah untuk game, atau keperluan videografi. Dibuktikan dengan rendahnya FPS yang didapatkan. Jika ingin performa yang bagus, ada baiknya dipasangkan dengan kartu grafis yang bagus pula.\

:::: GAMES ::::

Kartu grafis menjadi komponen penting saat bermain game. Biasanya, prosesor yang tidak terlalu kencang sekalipun akan terbantu dengan kartu grafis yang baik. Oleh sebab itu, jika mau membandingkan hasil ini dengan percobaan sendiri, pastikan memiliki hardware yang mirip.

Battlefield 4


Menggunakan prosesor entry level bukan berarti tidak bisa bersenang-senang dengan game online. Game ini misalnya, sangat lancar untuk digunakan secara offline dan online. Tentu saja, kalau mau main secara online, pastikan jaringan internetnya kencang ya. Oh iya, jika menggunakan kartu grafis kelas menengah atas, jangan ragu untuk bermain dengan kualitas bagus. Skornya? 68 FPS dengan nilai tertinggi 99 FPS.

Need For Speed: Rival

Permainan berjalan sangat lancar ketika dimainkan dengan setingan grafis paling tinggi dan jalan di resolusi full HD. Nilai yang didapat stabil di 30 FPS. Kecil? Tidak. Karena game ini memang mengunci FPS pada nilai 30. Sama seperti Battlefield, main secara offline atau online juga sama-sama lancar.

FIFA 16

Game sejuta umat ini juga berjalan sangat lancar. Tentu saja harus dimainkan dengan cara tim rata kanan. Gunakan seting grafis terbaik, Athlon X4 860K dan R9 280X membuat gerakan para pemain smooth. Tapi, ya tetap. Lagi-lagi kalau mau main secara online, pastikan koneksi kencang supaya performa tidak menurun. Skor saat saya mencoba adalah 52 FPS.

Tomb Rider

Game ini yang pertama saya coba ketika melakukan pengujian. Setingan rekomendasi yang keluar adalah normal. Saya yakin, kemampuannya bisa digenjot lebih. Benar saja, setingan ultra ternyata masih bisa dijalankan dengan lancar. Buktinya, FPS yang didapat sebesar 60 FPS. Tinggi kan?

:::: KESIMPULAN ::::

AMD punya banyak varian untuk seri Athlon X4. Terendah adalah X4 840K yang dibanderol sekitar Rp 900 ribu. Yang termahal adalah X4-880K seharga Rp 1,2 juta. Nah, Athlon X4 860K berada di tengah-tengah dan bisa ditebus sekitar Rp 1 juta.

Berdasar pengalaman mencoba Athlon X4 880K dan X4 860K, sebenarnya user tidak perlu bingung memilih yang mana. Sebab, spesifikasinya mirip dan yang paling mencolok adalah perbedaan kecepatan masing-masing. Meski paling mencolok, sebenarnya tidak terlalu besar. Apalagi, untuk user rumahan.

Perbedaan clock 4 GHz pada X4 880K dan 3,7 GHz pada X4 860K bisa dikatakan tipis. Itulah kenapa, prosesor ini bisa menjadi pilihan ketika merakit desktop PC. Ketika dipadukan dengan kartu grafis kelas tinggi, tidak terasa adanya bottle neck. Jadi, anggaran yang ada bisa dialihkan untuk membeli kartu grafis yang lebih bagus.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *