Review Radeon RX 460, Kecil-Kecil Cabe Rawit

1

BISA jadi, ini kabar gembira bagi budget PC builder. Sebab, pilihan memiliki kartu grafis yang ramah di kantong tapi punya kemampuan besar makin bertambah. Salah satu yang terbaru adalah MSI Radeon RX460 yang dilengkapi dengan memori 2GB DDR5 dan memori interface 128 bit.

Jangan remehkan ukurannya yang kecil. Ibarat cabe rawit, kemampuannya luar biasa besar. Apalagi, kalau dilihat dari harga rekomendasi AMD yang hanya USD 109 atau sekitar Rp 1,4 juta. Menariknya, kartu grafis yang dipasarkan untuk e-sport gaming itu kecil, ringan, dan hemat energi.

Awalnya, saya juga tidak terlalu yakin dengan si Kecil ini. Awal memegang, saya menduga kalau kemampuan RX460 tidak jauh beda dengan Radeon seri R7 atau kelas di bawahnya. Tapi, setelah mencoba menjalankan berbagai game, pandangan saya berganti: ini kartu grafis yang handal.

Saat menguji coba kartu grafis ini, saya pasangkan dengan prosesor AMD FX 8350, Ram Corsair Vengeance 2x4GB, Hard Disk 250 GB, motherboard GA-990FXA-UD5, kipas prosesor XIGMATEK Dark Knight II, dan Windows 10 Pro.

:::: DESAIN ::::

Dimensi kartu grafis yang baru diluncurkan pada awal Agustus 2016 ini boleh dibilang mungil. Hanya 172 mm x 117 mm x 33 mm saja. Untuk mendapatkan performa terbaik, pengguna cukup menggunakan PSU dengan 400 watt. Listrik yang dibutuhkan kartu grafis ini juga kecil, hanya 84 watt.

Kartu grafis ini makin terlihat sederhana karena hanya dilengkapi satu kipas besar. Tersedia tiga output untuk menyambungkan dengan monitor. Yakni DVI, HDMI, dan Display Port. Tidak ada yang istimewa di dalam kemasannya. Selain berisikan kartu grafis, hanya ada manual book dan CD driver.

:::: KINERJA ::::

Saat diperkenalkan, Radeon RX460 sudah dipamerkan mampu mendukung teknologi virtual reality. Kartu grafis ini digandengkan dengan Oculus dan mampu menjalankan permainan dengan lancar. Seperti apa sih kehebatan kartu grafis berikuran mini ini?.

3DMark
Melalui pengujian Fire Strike, Radeon RX460 berhasil melaluinya dengan cukup lancar. Skor yang didapat adalah 4.832 dengan skor grafis tes 1 dan 2 antara 22 FPS dan 25 FPS. Dengan nilai itu, sebenarnya banyak game berat yang masih bisa dijalankan dengan lancar.

Jika merujuk pada perbandingan skor, Radeon RX460 masih lebih baik dari kartu grafis yang ada di laptop gaming yang ada di pasaran. Meski skornya masih di bawah kartu grafis untuk PC kelas menengah ke atas, kemampuannya tidak mengecewakan. Nanti bisa dicek saat pembahasan soal game.

Sedangkan terkait dengan temperatur kartu grafis saat diajak kerja berat, mencapai sekitar 60 derajat celcius. Tidak terlalu panas sebenarnya jika dibandingkan dengan kartu grafis lain di kelas yang sama. Satu kipas besar yang terdapat pada kartu grafis boleh dibilang telah melakukan tugas dengan baik.

Furmark
Kehandalan kartu grafis ini juga terlihat saat diuji tingkat stressnya menggunakan Furmark. Saat diberi beban berat pada resolusi Full HD (1920×1080), skor tertingginya adalah 29 FPS dengan rata-rata 20 FPS. Bagi beberapa game berat, dengan 29 FPS sudah nyaman untuk dimainkan.

Bisa dilihat juga kalau temperatur kartu grafis saat diberi beban berat menunjuk pada angka 64 derajat celcius. Tidak terlalu jauh dibandingkan dengan hasil dari 3DMark. Panas kartu grafis sedikit turun menjadi 62 derajat celcius saat diberi beban berat dengan resolusi 1280×720.

Cinebench R15
Kemampuan mengolah grafis terlihat saat diuji melalui Cinebench R15. MSI Radeon RX460 mendapatkan skor yang bagus untuk kelasnya. Yakni, 80,82 FPS. Lewat kartu grafis ini, pengolahan berbagai file video termasuk rendering bisa dipastikan berjalan dengan baik.


 

:::: GAME ::::

Ukuran yang kecil tidak membuat MSI Radeon RX460 lesu saat diajak bermain game. Saat mencoba beberapa game di bawah ini, semua seting grafis saya atur menjadi paling tinggi. Jangan kaget, semuanya bisa berjalan degan lancar.

FIFA 17

reref
Di seri terbarunya, EA menambahkan opsi kualitas grafis baru yakni Ultra. Saat mencoba bermain, saya mencoba dengan batasan 60 FPS. Ternyata, angka itu berhasil dicapai dengan stabil. Sedangkan saat saya coba tanpa batasan limit FPS, nilai yang didapat bisa melonjak sampai 100 FPS.

Dengan angka FPS setinggi itu, game ini bisa berjalan dengan sangat lancar tanpa ada lag. Jika memiliki koneksi internet yang baik, bermain secara multiplayer juga makin asik. Sebab, berbagai trik atau operan bola bisa dilakukan dengan lancar.

Ini buktinya kalau game ini lancar dijalankan:

Tomb Raider 2013


Bermain dengan kualitas grafis ultimate biasanya sangat membebani kartu grafis. Ujung-ujungnya, gerakan Lara Croft jadi patah-patah. Tapi tidak saat dicoba dengan MSI Radeon RX460. Sebab, kartu grafis ini bisa mengantarkan gambar sampai 46 FPS dengan rata-rata dalam permainan 36,7 FPS.

Need For Speed


Di seri sebelumnya, FPS game ini dikunci di angka 30 FPS. Tetapi tidak pada seri terbarunya. Pemain kini bisa mengetahui lebih jauh soal kemampuan kartu grafis yang digunakannya. Hasilnya, MSI Radeon RX460 mampu mendapat nilai 37 FPS, dengan angka maksimal menembus 48 FPS.

Skor itu sudah cukup tinggi untuk memastikan kebut-kebutan dengan mobil mewah bisa berjalan sangat lancar. Kalau mau mendapatkan nilai lebih tinggi, kualitas grafis bisa diturunkan ke mode high atau medium. Saat itu, nilai yang didapat bisa mencapai 91 FPS.

Ini buktinya kalau game ini lancar dijalankan:

Battlefield Hardline


Game penuh aksi ini juga sangat lancar ketika dimainkan dengan kualitas grafis tertinggi. Nilainya stabil di angka 30 FPS, dan kadang naik jika latar permainan tidak terlalu rumit. Angka yang sama juga didapat saat menjalankan game ini secara multiplayer. Tinggal memastikan koneksi internet lancar atau tidak.

Ini buktinya kalau game ini lancar dijalankan:

 

:::: KESIMPULAN ::::

Dengan modal sekitar Rp 2 juta, sudah mendapatkan kartu grafis yang cukup mumpuni untuk bermain game. Bahkan, dengan seting grafis tinggi. Jika anda memainkan game yang spesifikasinya sama atau di bawah permainan yang saya mainkan, maka bisa dipastikan berjalan dengan lancar.

Kartu grafis yang cukup ekonomis ini, selain cocok untuk budget PC builder, juga oke buat pemilik warnet. Sebab, tanpa keluar banyak biaya sudah memiliki kartu grafis yang mumpuni. Apalagi, Radeon seri RX460 memang ditujukan untuk esport gaming.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

One thought on “Review Radeon RX 460, Kecil-Kecil Cabe Rawit

  1. Thito

    Wah mntap nih , Klw di psangkan dgn Amd a8 7600 bsa gk min ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *