Review Radeon RX 480

0

Agustus 2016, AMD mulai melempar jajaran kartu grafis andalan terbarunya. Yakni, Radeon seri RX 480, 470, dan 460. Pasar pesaingan kartu grafis budget menjadi lebih seru karena AMD merilis perangkat yang sudah mendukung Virtual Reality (VR) dengan harga ramah kantong.

Oleh sebab itu, sasaran pasar dari kartu grafis ini makin jelas. Untuk gamer yang sedang atau punya rencana untuk menjajal teknologi VR. Selain itu, kartu grafis ini juga ditujukan bagi mereka yang gemar bermain MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) games.

Radeon RX 480 tersedia dalam dua versi, dengan RAM 4 GB dan RAM 8 GB. Kebetulan, yang saya coba saat ini adalah versi RAM 8 GB dengan model referensi dari AMD. Berbentuk memanjang dengan warna hitam, dan dilengkapi satu buah kipas sebagai pendingin.

Saat menguji coba kartu grafis ini, Radeon RX 480 saya pasangkan dengan prosesor AMD FX 8350, Ram Corsair Vengeance 2x4GB, Hard Disk 250 GB, motherboard GA-990FXA-UD5, kipas prosesor XIGMATEK Dark Knight II, dan Windows 10 Pro.

:::: DESAIN ::::

Lantaran unit yang saya coba adalah model referensi dari AMD. Maka bentuknya benar-benar khas kartu grafis Radeon seperti seri sebelumnya. Di dominasi warna hitam dengan ukuran memanjang, dan akses merah di tulisan. Secara fisik, modelnya bisa jadi tidak semenarik keluaran pabrikan lain.

Tapi, tetap terlihat tangguh dan gagah. Kartu grafis ini sudah mendukung teknologi FreeSync, oleh sebab itu output kabel untuk disambungkan ke monitor tersedia dalam bentuk display port. Selain itu, ada juga port HDMI. Masing-masing disediakan dua port. Selain display port dan HDMI, tidak ada.

Sebagai seri tertinggi untuk saat ini, RX 480 memerlukan listrik lebih untuk membuatnya bekerja maksimal. Butuh 1×6 pin dengan total energi yang dibutuhkan mencapai 150W. Kartu grafis ini jelas powerful karena didukung memory bus 256 bit, dan Core clock 1120MHz.

:::: KINERJA ::::

Di atas kertas, spesifikasi Radeon RX 480 seperti berada di antara kartu grafis kuat milik AMD yakni R9 390 dan R9 390X. Jika melihat kemampuan kakaknya yang istimewa, sudah bisa dipastikan RX 480 tidak bisa dipandang sebelah mata. Benarkah?

3DMark

Fire Strike tidak menjadi masalah besar bagi Radeon RX 480. Skor yang didapat 8.552. Rinciannya, graphics test 1 adalah 57.43 FPS, dan graphics test 2 sebesar 49.66 FPS. Nilai itu sudah cukup tinggi untuk membuat permainan berat bisa berjalan dengan sangat lancar.

Untuk panas, kartu grafis ini bisa menahan panas di antara angka 60 derajat celcius sanpai 80 derajat celcius di beban maksimal. Skor itu, menurut data base 3DMark, hanya terpaut sedikit dengan standar gaming PC yang mendukung VR menggunakan HTC Vive, maupun Oculus Rift.

Lantaran Fire Strike tidak memberikan masalah besar, saya mencoba dengan Fire Strike Extreme. Beban ditambah, begitu juga dengan resolusi layar. Lantaran monitor Dell U232HM yang saya gunakan resolusi maksimalnya hanya 1920×1080, bisa jadi menjadi faktor tidak maksimalnya uji coba.

Meski demikian, skor yang dihasilkan cukup bagus. Sebab, graphics test 1 sudah dapat 26.40 FPS, dan graphics test 2 nilainya 21.09 FPS. Dengan angka itu, sebenarnya game berat bisa dijalankan dengan resolusi lebih tinggi dari Full HD. Kalau tidak nyaman dengan FPS itu, kualitas grafis bisa diturunkan supaya lebih ringan.

Furmark

Fakta lain kartu grafis ini kuat disiksa untuk bermain game terlihat saat diberi beban berat lewat software ini. Saat diberi beban terberat di resolusi 1920×1080, masih mendapat skor rata-rata 44 FPS, dan tertinggi 57 FPS. Untuk panas kartu grafis, Furmark mencatat mencapain 81 derajat celcius.

Bisa dilihat juga kalau temperatur kartu grafis saat diberi beban berat menunjuk pada angka 64 derajat celcius. Tidak terlalu jauh dibandingkan dengan hasil dari 3DMark. Panas kartu grafis sedikit turun menjadi 62 derajat celcius saat diberi beban berat dengan resolusi 1280×720.

Cinebench R15
Dengan Radeon RX 480, berbagai aktifitas bisa dilakukan dengan baik. Tidak hanya soal bermain game, jika ada kepentingan untuk mengolah video lebih lanjut juga menggunakan kartu grafis ini. Melalui software besutan Maxon ini terlihat kalau Radeon RX 480 punya kemampuan rendering sampai 74,54 FPS. Di game, angka setinggi itu bisa untuk menjalankan permainan dengan sangat lancar. Tapi, untuk keperluan lain berarti bisa untuk rendering video dengan baik. Jadi, berputarnya video memiliki yang baik dan enak dipandang.

 

:::: GAME ::::

Mendapat kartu grafis kelas menengah ke atas, tentu harus dicoba menjalankan berbagai game dengan kualitas grafis tertinggi. Semua percobaan juga saya lakukan dengan resolusi full HD. Cek hasilnya:

FIFA 17


EA Sport memperbarui kualitas grafis game sepak bola populer ini menjadi jauh lebih baik dan para pemainnya makin terlihat seperti asli. Untuk hasil terbaik, game ini perlu dicoba dengan kualitas render video Ultra alias tertinggi di resolusi Full HD. Jangan takut berat, sebab kualitas grafis yang tinggi sama sekali tidak membebani Radeon RX 480 karena mampu mengirimkan gambar rata-rata 76 FPS, dan nilai tertinggi 115 FPS.

Tingginya FPS yang didapat, membuat berbagai karakter di game ini bisa dijalankan dengan ringan. Jadi, gocekan bola, atau trik dalam menggiring bola, sampai selebrasi bisa dijalankan tanpa lag. Kalau sudah begini, bermain multiplayer dengan pemain di seluruh dunia tentu bukan jadi kekhawatiran lagi. Tinggal mengecek saja, apakah jaringan internet bisa stabil saat bermain online.

Ini buktinya kalau game ini lancar dijalankan:

Tomb Raider 2013

Berpetualang dengan perempuan cantik ini makin menyenangkan dengan Radeon RX 480. Sebab, game ini bisa dijalankan dengan seting grafis tertinggi. Itu artinya, teknolodi TreesFX yang membuat rambut Lara Croft bergoyang bak asli bisa berjalan dengan baik. Meski game ini dijalankan dengan seting grafis tinggi, tetap mendapat nilai FPS tinggi. Untuk nilai rata-ratanya saja 59,9 FPS!.

Need For Speed


Seri game Need For Speed memang suka membuat kartu grafis ngos-ngosan. Kalau tidak memiliki spesifikasi tinggi, bisa dipastikan game ini bakal berjalan penuh lag meski dijalankan dengan kualitas grafis paling rendah. Balapan jadi nggak asik lagi. Tapi, tidak dengan RX 480. Saya mencoba menjalankan game ini untuk melanjutkan berbagai misi dengan kualitas grafis tertinggi. Hasilnya, game ini masih bisa berjalan dengan sangat lancar tanpa lag. Skor dari Fraps, game dengan seting grafis tinggi mendapat nilai rata-rata 47 FPS, terendah 24 FPS, dan tertinggi 72 FPS.

Ini buktinya kalau game ini lancar dijalankan:

Battlefield Hardline


Saya sedang berusaha menyelesaikan game ini. Dari seri sebelumnya, saya selalu kagum dengan kualitas grafis yang dihadirkan game ini. Supaya lebih menikmati, permainan selalu saya jalankan dengan kualitas grafis tertinggi. Tidak takut nge-lag? Nggak tuh. Sebab, selama saya mencoba kartu grafis ini, grafis Battlefield Hardline mampu diatasi Radeon RX 480 dengan sangat baik. Nilai yang didapat dari Fraps untuk rata-rata adalah 78 FPS, dan tertingginya 111 FPS.

Ini buktinya kalau game ini lancar dijalankan:

 

:::: KESIMPULAN ::::

Di Indonesia, kartu grafis kelas menengah ke atas ini dijual dengan berbagai variasi harga. AMD memasang harga sebesar USD 199 atau sekitar Rp 2,6 juta. Namun, ada yang menjualnya sampai Rp 3,5 juta. Meski harus merogoh kantong cukup dalam, apa yang didapat bisa dikatakan debanding. Performa yang didapat dengan uang yang dikeluarkan sebanding.

Pakai Radeon RX480, tidak perlu lagi khawatir untuk menjalankan aneka game dengan kualitas grafis paling tinggi untuk resolusi full HD. Jika anda memiliki monitor dengan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dari Full HD, bisa dicoba. Benchmark Fire Strike Extreme menunjukkan kalau kemampuannya menjalankan game dengan resolusi tinggi patut dicoba. Meski, mungkin butuh beberapa penyesuaian seperti kulitas grafis yang agak diturunkan supaya bisa bermain dengan lancar.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *